|
Adu Cepat di Jalur Anak Muda
Jumat, 15 Juli 2011 18:07 |
|
Flexi terus berbenah dan akan menyasar pasar anak muda. Selain ganti logo, Flexi juga akan menggunakan teknologi EVCO REV. A dan B untuk adu cepat.
Selesai sudah wacana penggabungan antara unit usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), Flexi, dan Esia milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Kini kedua kedua operator layanan telekomunikasi di jaringan Code Division Multiple Access (CDMA) berpisah baik-baik. BTEL, operator milik Aburizal Bakrie cukup puas diri setelah memperoleh izin prinsip penyelenggaraan seluler (GSM). Dengan izin ini, BTEL terjun dalam ranah bisnis dengan segmen GSM. Adapun Flexi mulai menata hidupnya. Flexi mulai mengubah logo yang telah digunakan selama 10 tahun. Selain itu, Flexi juga mengembangkan layanan mobile broadband dengan mengusung teknologi Evolution Data Only (EVDO) Rev A dan B. Memang Flexi tak sebesar saudaranya, Telkomsel. Saat ini pelanggan Telkomsel mencapai 100 juta dan diharapkan akhir tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 115 juta. Adapun jumlah pelanggan Indosat mencapai 45,7 juta dan XL sebesar 40,1 juta. Flexi? Masih menguntit jauh di belakang mereka. Namun bila dibanding operator CDMA lainnya, Flexi masih bisa tersenyum. Smart Fren hanya memiliki pelanggan sekitar 6 juta dan Esia sekitar 13 juta pelanggan. Saat ini pelanggan Flexi masih 18 juta pelanggan dan berharap pada 2012 meningkat menjadi 20 juta. Berbagai persiapan untuk menggaet pelanggan sudah disiapkan. Flexi kini menggunakan logo baru. Ganti logo sebenarnya bukan hal asing di BUMN. Bila kita lihat ke belakang, pergantian logo BUMN selalu sarat dengan keributan. Contohnya, saat Garuda Indonesia mengganti identitasnya dari simbol burung Garuda yang "agak ramai" dan berwarna merah menjadi logo seperti saat ini. Identitas lama diganti mulai dari jok kursi di dalam pesawat (tone color), tulisan di body pesawat, check in counter, ticket, kop surat, cangkir, sampai neon sign dan standing banner. Lain halnya dengan BNI. Masyarakat tak bisa melupakan kata 46 di bank BUMN. Padahal logo bank ini sudah diganti 2 kali dan sudah berlangsung lebih dari 20 tahun. Pergantian logo Flexi lebih dibongkar agar brand identity tampil lebih fresh. Logo lama yang berwarna pelangi merah, kuning hijau, diubah dengan logo baru warna biru cerah berlatar belakang universal. Pergantian logo ini juga menandai era baru Flexi dalam menghadirkan layanan komunikasi data. "Logo baru ini melambangkan air yang bening sebagai sumber kehidupan manusia serta merepresentasikan karakter Flexi yang fleksibel, ramah, jujur dan transparan," kata Executive General Manager Telkom Flexi, Mas'ud Khamid. Meskipun logo berganti, taglinenya tetap "Lebih irit, kan!" Logo baru ini agar Flexi leluasa masuk ke dalam segmen pasar yang lebih luas, terutama pangsa pasar anak muda Indonesia. "Saat ini kan anak muda itu pasar yang paling berkembang dan dinamis. Jadi kami ingin bisa menjangkau target pasar anak muda," kata dia. Memang pasar anak muda sangat gurih berdasarkan riset The Nielsen Company, kepemilikan ponsel di Indonesia dari 2005 hingga 2010 naik tiga kali lipat. Pada 2005 penetrasi ponsel di Indonesia hanya 20%, namun lima tahun kemudian melonjak menjadi 54%. Kenaikan pengguna ponsel didorong tingginya penetrasi kelompok usia muda yakni kategori usia 15-19 yang mendominasi 70% penggunaan sejak 2007. Bahkan pada 2005, kelompok pengguna usia 20-29 tahun selalu yang tertinggi. Selain segmen ini, kelompok usia yang lebih muda lagi, yaitu 10-14 tahun juga tak kalah menariknya. Pertumbuhan ponsel di kalangan anak muda itu karena kebutuhan kaum muda terhadap media sosial. Penggunaan layanan suara dan SMS masih akan dipakai, meski kelompok usia ini jarang memakainya. Selain itu, mengakses internet lewat telepon akan menjadi tren karena bisa dilakukan di mana saja. Layanan Teknologi Baru Pasar anak muda yang suka mengakses internet juga disikapi Flexi dengan pengembangan layanan mobile broadband dengan kecepatan 5 Mbps. Layanan ini akan digelar di 10 daerah potensial di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Jogjakarta, Banjarmasin, Pekanbaru, Makassar, Denpasar dan Medan. Guna mendukung meraih pelanggan muda itu, Flexi memakai teknologi CDMA Evolution Data Only (EVDO) Rev A dan B yang akan selesai digelar bersamaan pada hari raya kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2011. "Ini membuktikan bahwa kehandalan mobile broadband Flexi benar-benar sesuai dengan keinginan masyarakat yang membutuhkan akses internet cepat dan tanpa batas," kata Mas'ud. Bahkan Telkom telah mengalokasikan dana pengembangan Flexi sebesar Rp 300 miliar untuk mengembangkan jasa data. Selain itu, Flexi juga berencana membangun sebanyak 1.200 BTS hingga akhir 2011. Saat ini Flexi telah memiliki sekitar 6.000 BTS yang tersebar di 80% wilayah di Indonesia. Nah, teknologi CSMA EVDO Rev. A adalah teknologi baru keluaran Qualcomm dari Amerika Serikat. Teknologi ini diyakini memiliki kecepatan dan tarif yang bersaing dengan GSM 3G. Dengan teknologi ini, pengguna bisa mencicipi kecepatan hingga 2,4 Megabit per second (Mbps) untuk mengunduh data download atau 153 Kilobit per second (Kbps) untuk mengirim data (upload). Teknologi itu kemudian diperbarui dengan EVDO Rev. B dengan kemampuan yang lebih. EVDO Rev. B mampu melesat maksimum 9,3 Mbps untuk mengunduh data (download) dan 5,4 Mbps untuk mengunggah (upload). Teknologi ini sudah dipakai oleh Smart Telecom di Indonesia pada Januri lalu. |